Translation EN-ID Shaykh Salih al Munajjid’s Appeasing Thoughts

Bismillaah. As salaamu ‘alaykum wa rahmatullaah wa barakaatuh. Below is my translation for Shaykh Salih al Munajjid’s “Appeasing Thoughts.”

If you’re interested in my work and would like to have yours translated into Bahasa Indonesia, please contact me via WhatsApp.

image of green lake view apartment ciputat indonesia by kamal studio for rent whatsapp 6285157055570
Kamal Studio for rent
Appeasing ThoughtsPikiran Yang Menenangkan
All praise is due to Allaah, Lord of the Worlds, and prayers and blessings be upon the Prophet sallallaahu ‘alayhi wa sallam and his family and Companions and the followers of the true path until the Day of Judgment.Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan doa serta berkah
atas Nabi ShallAllahu ‘alayhi wa sallam beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya sampai hari kiamat.
Good morals are one of the attributes of the prophets, may Allaah exalt
their mention and the righteous people. With morals, a person gains high
rank and status. Good manners foster mutual love and harmony and bad
manners produce hatred and envy. The Prophet, sallallaahu ‘alayhi wa
sallam, urged us to have good manners and to hold onto them, combining
them with piety. He, sallallaahu ‘alayhi wa sallam, said: “The two main
characteristics that lead to Paradise are piety and good manners.”
Soothing broken souls (Nafs) and appeasing the thoughts of people in
tribulation is one of the greatest causes of intimacy and love among
Muslims. It is a great Islaamic etiquette and is only acquired by noble-minded people. It is also a great form of worship. In fact, some scholars
have reported it under the chapter of the Islaamic creed.
Akhlak yang baik adalah salah satu sifat para nabi, semoga Allah meninggikan derajat mereka dan orang-orang yang saleh. Dengan Akhlak, seseorang memperoleh peringkat dan status yang tinggi. Tata krama yang baik menumbuhkan cinta dan harmoni serta kebalikannya menghasilkan kebencian dan iri hati. Nabi, shallAllahu ‘alayhi wa
sallam, mendorong kita untuk memiliki sopan santun dan mempertahankannya, menggabungkan mereka dengan kesalehan. Beliau, shallAllahu ‘alayhi wa sallam, berkata: “Dua karakteristik utama para penghuni Surga adalah kesalehan dan akhlak yang baik. “
Akhlak yang baik akan menenangkan jiwa dan pikiran orang-orang yang sedang di rundung kesengsaraan yang adalah penyebab rasa cinta di antara Muslim. Ini adalah etiket Islam yang hebat dan hanya diperoleh oleh orang-orang yang berpikiran mulia. Akhlak juga merupakan bentuk ibadah yang luar biasa. Faktanya, beberapa ulama
telah menuliskannya di dalam bab aqidah Islam.
Ismaa’eel ibn Muhammad Al Asbahaani, may Allaah have mercy on him, said: “It is the doctrine of the followers of the Sunnah to be careful with regard to the lawfulness of their food, drink, and marriage and they are merciful toward the weak ones. They have compassion for Allaah’s creation.”Ismaa’eel ibn Muhammad Al Asbahaani, semoga Allah mengampuni Beliau, bersabda: “Akhlak adalah doktrin para pengikut Sunnah untuk berhati-hati dengan memperhatikan kehalalan makanan, minuman, dan pernikahan dan mereka penyayang terhadap yang lemah. Mereka memiliki belas kasihan untuk ciptaan Allah. “
The followers of the Sunnah know the truth, have mercy on the creation, and wish guidance for them. This is why they have the most mercy and the greatest sympathy and passion for people and they are truthful in giving advice. Shaykh Al- Islaam Ibn Taymiyyah, may Allaah have mercy on him, said: “The Sunni Imaams, and scholars, have the knowledge, justice, and compassion.Para pengikut Sunnah mengetahui kebenaran, menyayangi ciptaan Allah, dan mengharapkan jalan yang lurus bagi mereka. Inilah sebabnya mengapa mereka memiliki kasih sayang yang besar dan simpati juga hasrat untuk orang-orang dan mereka jujur dalam memberikan nasihat. Syekh Al-Islam Ibn Taymiyyah, semoga Allah mengampuni Beliau, bersabda: “Para Imam Sunni, dan ulama, memiliki ilmu, keadilan, dan kasih sayang.
They know the truth which agrees with the Sunnah and they have mercy on the creation. They want good for them and they want guidance and knowledge for them too.”Mereka mengetahui kebenaran yang sesuai dengan Sunnah dan mereka menyayangi semua makhluk Allah. Mereka menginginkan kebaikan untuk mereka dan juga menginginkan jalan yang lurus dan ilmu untuk mereka. “
Islaam’s emphasis on soothing souls:Perhatian Islam terhadap ketenangan jiwa:
Islaam cares for creation and has ordained for it many rulings: The
Sunnah recommends offering condolences to the family of a deceased person to make them feel better, comfort them and soothe them for the loss of the dead person. Islaam has given the woman divorced before entering, half her dowry, to appease her and repair her broken soul. Blood money has been approved for manslaughter, to remedy the hearts of the victim’s family and to appease them.
Islam peduli pada umat dan telah menetapkan banyak aturan:
Sunnah untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dari orang yang meninggal dunia
untuk membuat mereka merasa lebih baik, menghibur dan menenangkan atas kehilangan anggota keluarga mereka.
Islam telah menetapkan setengah dari mahar untuk wanita yang bercerai
sebelum berhubungan badan, untuk menenangkan dan memperbaiki keguncangan jiwanya. Uang tebusan nyawa telah disetujui untuk pembunuhan, untuk memperbaiki kehancuran hati keluarga korban dan untuk menenangkan mereka.
In order to emphasize the importance of this creation and to show its
value, one of the first divine guidance’s revealed to the Prophet
sallallaahu ‘alayhi wa sallam in the beginning of his message, was
consoling those in need and appeasing them. Allaah the Almighty Says:
So as for the orphan, do not oppress(him) and as for
the petitioner, do not repel(him) [QUR’AAN 93: 9-10]
Untuk menekankan pentingnya umat ini dan untuk menunjukkan
nilainya, salah satu wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi
shallallaahu ‘alayhi wa sallam adalah
menghibur mereka yang membutuhkan dan menenangkan mereka. Allaah Ta’ala berfirman: Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya). [QUR’AAN 93: 9-10]
“So just as you were an orphan, O Muhammad, and Allaah took care of
you, do not oppress the orphan, nor humiliate him. Instead, soothe him,
do good for him and be kind to him and treat him as you would like your
children to be treated after you.”
“Jadi sama seperti kamu yatim piatu, ya Muhammad, dan Allah menjagamu, jangan menindas yatim piatu, atau mempermalukannya. Sebaliknya, tenangkan dia, berbuat baik untuknya dan bersikap baik padanya serta perlakukan dia seperti yang Anda inginkan orang lain memperlakukan anak-anakmu.”

Published by Nazhan Kamal

Ex-vampire who travel Indonesia for coffee, sea breeze, and friendship. Owner/tutor of engRIsh, founder of Indonesia Hyperhidrosis Center, ex-hotelier in UK-USA-MV.

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: