Translation EN-ID: Shaykh Ibn Uthaymeen “Youth’s Problems”

image of book cover youth's problems by shaykh uthaymeen

Bismillah. Di bawah adalah sebuah karya penerjemahan dari buku Syaikh Ibnu Utsaimin dengan judul “Youth’s Problems.” Jika anda menemukan suatu kesalahan, mohon tuliskan di kolom komentar. Jazakumullahu khayran.

IHHC – Indonesia Hyperhidrosis Center
Teks Asli Teks Terjemahan
Youth’s Problems Masalah Pemuda
Issues that affect young people
Discussed in light of the Qur’an and the Sunnah
Masalah-masalah yang Mempengaruhi Kaum Muda
Di Bahas Dalam Cahaya al Qur’an dan Sunnah
Chapter 1 A Look at Young PeopleBab 1 Sebuah Kajian Tentang Kaum Muda
“If we take a careful look at young people, we will be able
to conclude that they are generally of three categories: the upright,
the corrupt, and the confused.”
“Jika kita perhatikan anak muda dengan cermat, maka bisa kita
simpulkan bahwa mereka umumnya terdiri atas tiga kategori: lurus,
rusak, dan bingung.”
Upright young peoplePemuda yang lurus
“Upright young people are believers in every sense of the
word. They believe in their religion in such a way that they love it
and are convinced by and content with it. They regard embracing
it as profit and denial of it as a clear loss.”
Orang muda yang lurus ​​adalah mukmin
yang sebenarnya. Mereka percaya pada agama sedemikian rupa sehingga mereka mencintainya
dan meyakininya dan merasa cukup dengannya. Mereka menganggap merangkulnya sebagai keuntungan dan penolakan sebagai kerugian yang besar.
They sincerely worship Allah alone and follow the Prophet
Muhammad ShalAllaahu ‘Alayhi wa Sallam in their words and deeds because of their belief that he was truly a Messenger of Allah and that he is the leader that should be followed.
Mereka dengan tulus menyembah Allah semata dan mengikuti Nabi Muhammad ShalAllaahu ‘Alayhi wa Sallam dalam perkataan dan perbuatan karena keyakinan mereka bahwa dia benar-benar adalah utusan Allah dan bahwa dia adalah pemimpin yang harus diikuti.
They observe salâh (obligatory prayer) perfectly to the best
of their abilities because they believe in its temporal, eternal, and
social benefits and advantages as well as in woeful consequences
of its neglect for individuals and nations.
Mereka menjalankan shalat (shalat wajib) dengan sempurna sejauh
kemampuan mereka karena mereka percaya pada manfaat jangka pendek, manfaat dikehidupan yang kekal di akhirat, dan
manfaat juga keuntungan sosial serta konsekuensi yang menyedihkan akibat pengabaiannya bagi individu dan bangsa.
They pay zakãh (obligatory fixed alms) fully to those who deserve it because they believe that it satisfies the needs of Islam and Muslims: a reason that makes it one of the pillars of Islam.Mereka membayar zakat (sedekah tetap yang wajib) sepenuhnya kepada mereka yang
pantas mendapatkannya karena mereka percaya bahwa itu memenuhi kebutuhan Islam
dan Muslim: alasan yang menjadikannya salah satu rukun Islam.
They fast in the month of Ramadan and abandon their
desires and pleasures, whether in winter or summer because they believe that it pleases Allah and therefore give what pleases Him
preference over their own desires.
Mereka berpuasa di bulan Ramadhan dan meninggalkan keinginan juga kesenangan mereka, baik di musim dingin atau panas karena mereka percaya bahwa itu menyenangkan Allah dan karena itu memberikan apa yang menyenangkan-Nya adalah sebuah preferensi di atas keinginan mereka sendiri.
They perform the obligatory pilgrimage (Hajj) to the Sacred House of Allah because they love Allah and as a result love His House. They go to places of His mercy and forgiveness and share their experiences with their Muslim brothers and sisters who also visit those place.Mereka menunaikan kewajiban ibadah haji ke Rumah Suci Allah karena mereka mencintai Allah dan oleh karenanyamereka juga mencintai Rumah-Nya. Mereka pergi ke tempat-tempat yang penuh dengan rahmat dan pengampunan-Nya dan berbagi pengalaman mereka dengan saudara-saudari Muslim yang juga mengunjungi tempat itu.
They believe that it is Allah who created them as well as the heavens and the earth because they see in the signs of Allah that which leaves no iota of doubt or reluctance in the fact that Allah
exists. They see in this universe vast and marvelous in its shape and order a decisive proof of the existence, the perfect ability and the extreme wisdom of its Creator for it is impossible for it to create itself. They know it is also out of the question for it to exist accidentally because it was non-existent before it was created and a thing that is non-existent cannot make another exist because the thing itself is non-existent. They realize it is unfeasible for the universe to exist accidentally because it has a
wonderful and symmetrical order that does not change or deviate from the path on which it is destined to move.
Mereka percaya bahwa Allah yang menciptakan mereka juga langit dan bumi karena mereka melihat tanda-tanda Allah yang tidak meninggalkan sedikitpun keraguan atau keengganan pada kenyataan bahwa Allah benar-benar ada. Mereka melihat tanda Allah di alam semesta yang luas dan menakjubkan di dalam bentuk dan tatanannya sebuah bukti yang menunjukkan keberadaan, kemampuan yang sempurna dan kebijaksanaan yang agung akan Penciptanya karena tidak mungkin semua itu tercipta sendiri. Mereka juga tahu bahwa tidak mungkin semua itu ada secara tidak sengaja karena memang tidak ada sebelum diciptakan dan sesuatu yang tidak ada tidak dapat membuat yang lain ada karena benda itu sendiri tidak ada. Mereka menyadarinya tidak layak bagi alam semesta untuk ada secara tidak sengaja karena ia memiliki tatanan yang indah dan simetris yang tidak berubah atau menyimpang dari jalan yang ditakdirkan untuk bergerak.
Allah says in Qur’an 35: 43 “But you will never find in the way of Allah any change, and you will never find in the way of Allah any alteration”Allah berfirman dalam Qur’an 35:43 “Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu.”
Allah also says in Quran 67: 3-4 “You do not see in the creation of the Most Merciful any inconsistency. So return [your] vision [to the sky]; do you see any breaks? Then return [your] vision twice again. [Your] vision will retaim to you humbled while it is fatigued.”Allah juga berfirman dalam Al-Quran 67: 3-4 “Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat? Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.
If it is agreed that this universe possesses such a marvelous and well-arranged order, it is impossible for it to have existed accidentally because whatever accidentally exists will, as a result, be prone to changes and disruption at any moment.Jika disepakati bahwa alam semesta ini memiliki tatanan yang luar biasa dan tertata dengan baik, tidak mungkin ia ada secara tidak sengaja karena apa pun yang ada secara kebetulan, akibatnya, akan rentan terhadap perubahan dan gangguan setiap saat.
The upright youth believe in Allah’s angels because He speaks about them in His Book and because His Prophet ShalAllaahu ‘Alayhi wa Sallam also spoke about them in the Sunnah. The Qur’ an and Sunnah contain many of their descriptions, acts of worship, and the works they carry out that are for the benefit of all creatures, which give us clear-cut evidence of their real existence.Pemuda yang lurus percaya pada malaikat Allah karena Dia berbicara tentang mereka di dalam Kitab-Nya dan karena Nabi-Nya Shal Allaahu ‘Alayhi wa Sallam juga berbicara tentang mereka dalam Sunnah. Al-Qur’an dan Sunnah juga banyak menjelaskan tentang mereka , tindakan ibadah, dan pekerjaan yang mereka lakukan untuk kepentingan semua makhluk, yang memberi kita bukti yang nyata tentang keberadaan mereka yang sebenarnya.
They believe in the Books of Allah which He revealed to His Prophets, that with them they may guide humankind to the straight path because it is impossible for the human intellect to perceive the detailed benefits inherent in acts of worship and human interaction without divine guidance.Mereka percaya pada Kitab-kitab Allah yang diturunkan-Nya kepada para Nabi-Nya, bahwa mereka dapat membimbing umat manusia ke jalan yang lurus karena tidak mungkin akal manusia mampu memahami manfaat rinci yang melekat dalam tindakan ibadah dan interaksi manusia tanpa bimbingan ilahi.
They believe that Allah’s Prophets and Messengers were sent to call people to all that is virtuous, enjoin all that is good, and forbid all that is evil so that the human race should have no plea against Allah after the coming of the Messengers. The first of them was Adam and the last of them was Muhammad, may the best of blessings and peace be upon all of them.Mereka percaya bahwa Nabi dan Rasul Allah di utus untuk memanggil orang-orang kepada akhlak yang baik, memerintahkan semua yang baik, dan melarang semua yang buruk sehingga umat manusia tidak memiliki alasan untuk menyanggah Allah setelah kedatangan para Rasul. Yang pertama adalah Adam dan yang terakhir adalah Muhammad, semoga kemuliaan dan derajat yang mulia atas mereka semua.
They believe in the Last Day: the day people will be resurrected after their deaths in order to be rewarded for their deeds. Whoever does an atom weight of good will see it and whoever does an atom weight of evil will see it (Qur’an 99: 7-8), for that is the result of this life. If this were not so, what then is the logical reason behind it if humankind does not have a day in which good-doers will be rewarded for their good deeds and evildoers will be compensated for their evil acts?Mereka percaya pada Hari Terakhir: hari di mana orang akan dibangkitkan setelah kematian untuk mendapatkan pahala atas perbuatan mereka. Barangsiapa melakukan kebaikan seberat atom akan melihatnya dan barangsiapa melakukan kejahatan berbobot atom akan melihatnya (Al-Qur’an 99: 7-8), karena itulah hasil dari kehidupan ini. Jika tidak demikian, lalu apa alasan logis dibaliknya jika umat manusia tidak memiliki hari di mana orang-orang yang berbuat baik akan di beri imbalan atas perbuatan baik mereka dan para pelaku kejahatan akan di ganjar atas perbuatan jahat mereka?
They believe in predestination, including that it can be good or evil. They accept that everything is in accordance with Allah’s ordainment and predestination while believing in causes and effects and that prosperity and misery have their respective causes.Mereka percaya pada takdir, termasuk takdir baik atau buruk. Mereka menerima bahwa segala sesuatu sesuai dengan ketetapan dan takdir Allah dan meyakini sebab dan akibat dan bahwa kemakmuran juga kesengsaraan memiliki penyebabnya masing-masing.
These young people practice their religion with total sincerity to Allah, His Messenger, Muslim leaders, and Muslim common fellow. They deal with their fellow Muslims with the straightforwardness and clarity with which they would like to be treated. Treachery, malpractice, crookedness, or hiding facts have no place in their dealings.Para pemuda ini menjalankan agama mereka dengan keikhlashan total kepada Allah, Rasul-Nya, pemimpin Muslim, dan sesama Muslim. Mereka berurusan dengan sesama Muslim dengan terus terang dan jelas sebagaimana mereka ingin diperlakukan. Pengkhianatan, kemaksiatan, kemunafikan, atau menyembunyikan fakta tidak memiliki tempat dalam urusan mereka.
They call to the way of Allah with clear knowledge and in accordance with the methods explained by Allah in His Book. Allah, the Exalted, says Qur’an 16:125 “Invite to the way of your Lord with wisdom and good instruction, and argue with them in a way that is best..)Mereka berseru ke jalan Allah dengan ilmu yang jelas dan sesuai dengan metode yang dijelaskan oleh Allah dalam Kitab-Nya. Allah Ta’ala, mengatakan Al-Qur’an 16: 125 “Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan petunjuk yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang terbaik ..)
They enjoin all that is good and forbid all that is evil because they believe that the prosperity of communities and nations lies in that which Allah has specified in the glorious Qur’an 3: 110: “You are the best nation produced [as an example] for humankind. You enjoin what is right and forbid what is wrong and believe in Allah.”Mereka memerintahkan semua yang baik dan melarang semua yang buruk karena mereka percaya bahwa kemakmuran umat dan bangsa ada pada apa yang telah Allah tentukan dalam Al-Qur’an yang mulia 3: 110: “Kamu adalah bangsa terbaik [sebagai contoh] untuk umat manusia. Kalian memerintahkan apa yang benar dan melarang apa yang salah dan beriman kepada Allah.”
They strive to change all that is evil according to the method recommended by the Prophet(~) when he said: «Whoever of you sees an evil action let him correct it with his hand, and if he is unable to do that then with his tongue, and if he is unable to do so then with his heart. (Recorded by Muslim)Mereka berusaha untuk memperbaiki semua keburukan sesuai dengan metode yang dcontohkan oleh Nabi ShalAllaahu ‘Alayhi wa Sallam ketika dia bersabda: «Siapapun di antara kalian yang melihat perbuatan jahat maka perbaikilah dengan tangannya, dan jika dia tidak dapat melakukannya maka dengan lidahnya, dan jika dia tidak dapat melakukannya maka dengan hatinya. (Diriwayatkan oleh Muslim).
They speak and accept only the truth because of their understanding that truthfulness leads to righteousness and righteousness leads to paradise, and that a person keeps on telling the truth until he or she becomes a truthful person.Mereka berbicara dan hanya menerima kebenaran karena pemahaman mereka bahwa kebenaran menuntun pada kebaikan dan kebaikan akan menuntun ke surga, dan bahwa seseorang terus mengatakan kebenaran sampai dia menjadi orang yang jujur.
They love what is good for their Muslim brothers and sisters because of their belief in the hadith: «None of you truly believes until he loves for his brother what he loves for himself. (Recorded by Bukhari and Muslim).Mereka mencintai apa yang baik untuk saudara laki-laki dan perempuan Muslim karena keyakinan mereka pada hadits: «Tidak ada dari kalian yang benar-benar beriman sampai dia menginginkan kebaikan untuk saudaranya seperti apa yang dia inginkan untuk dirinya sendiri. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
They are aware of their responsibilities to Allah, the Ummah, and their countries and they always strive for the benefit of the religion, the Islamic nation, and their homelands -far from selfishness and pursuance of personal interests at the expense of other people’s interests.Mereka sadar akan tanggung jawabnya kepada Allah, Umat, juga kepada negaranya dan mereka selalu berjuang untuk kepentingan agama, bangsa Islam, dan tanah air mereka – jauh dari keegoisan dan pengejaran kepentingan pribadi dengan mengorbankan kepentingan orang lain.
They strive in the way of Allah with His assistance and because of Him only. They strive with sincerity to Him without intending to be seen or heard by people. They strive while seeking assistance from Allah without self-admiration or depending on their wits and energy alone. They strive in the way of Allah within the framework of His religion without exaggeration or negligence. They strive with their words, hands, and property in accordance with the needs of Islam and Muslims.Mereka berjuang di jalan Allah dengan bantuan-Nya dan hanya karena Allah semata. Mereka berusaha dengan keikhlashan kepada-Nya tanpa bermaksud untuk di lihat atau di dengar orang. Mereka berjuang sambil mencari pertolongan dari Allah tanpa mengagumi diri sendiri atau bergantung pada akal dan energi mereka sendiri. Mereka berjuang di jalan Allah dalam kerangka agama-Nya tanpa berlebihan atau kelalaian. Mereka berjuang dengan perkataan, tangan, dan properti mereka sesuai dengan kebutuhan Islam dan Muslim.
They are religious and possess good conduct. They are well-mannered, religiously upright, lenient, magnanimous, noble, good-hearted, extremely patient, and tolerant but decisive. They do not waste opportunities or allow sentiments to overpower their sense of reason and the establishment of peace and order.Mereka taat dan memiliki akhlak yang baik. Mereka santun, lurus dalam beragama, lembut, murah hati, mulia, baik hati, sangat sabar, dan toleran tetapi tegas. Mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan atau membiarkan perasaan menguasai akal sehat mereka dan penegakkan perdamaian dan ketertiban.
“The balanced and orderly young people work wisely and silently with perfection and quality. They do not waste any opportunities in their lives but rather utilize them in what is of benefit to them and their Ummah. These young people, though they preserve their religious conduct and manners, are
nevertheless abstentious from all that negate these virtues, such as kufr (disbelief), atheism, profligacy, disobedience, indecent manners, and bad dealings.”
Kaum muda yang seimbang dan tertib bekerja dengan bijak dan diam-diam dengan kesempurnaan dan kualitas. Mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan apapun dalam hidup mereka melainkan memanfaatkannya untuk kepentingan mereka dan umat mereka. Orang-orang muda ini, meskipun mereka mempertahankan perilaku dan tata krama agama mereka
namun berpantang dari semua yang meniadakan kebajikan tersebut, seperti kufur (tidak beriman), ateisme, pemborosan, ketidaktaatan, perilaku tidak senonoh, dan perbuatan yang buruk.
These young people are proud of this Ummah and the symbol of its life, its prosperity, and its religion. They are those whom we hope Allah will use to repair the Muslims’ damaged condition and illuminate the way for the followers of the right path. They are those who shall attain the bliss of this world and the next – Allah willing.Orang-orang muda ini bangga dengan umat ini dan mereka adalah simbol kehidupannya, kemakmurannya, dan agamanya. Mereka adalah orang-orang yang kami harap Allah akan gunakan untuk memperbaiki kondisi Muslim yang rusak dan menerangi jalan bagi para pengikut di jalan yang benar. Mereka adalah orang-orang yang akan mencapai kebahagiaan dunia ini dan di akhirat – Insya Allah.
Corrupt young peoplePemuda yang rusak
These are young people who are religiously deviating, behaviorally reckless, self-deluded, and engulfed by their own (typo from pdf: ,ices). They do not accept the truth from others, do not refrain from the falsehood that is inherent in their minds, and are selfish in their conduct.Mereka adalah para pemuda yang menyimpang secara agama, berperilaku sembrono, menipu diri sendiri, dan diliputi oleh (typo; atau pdf tidak jelas “,ices”). Mereka tidak menerima kebenaran dari orang lain, tidak menahan diri dari kebohongan yang melekat dalam pikiran mereka, dan egois dalam perilaku mereka.
They are obdurate, do not give truth a chance, and do not care that they neglect obligations that are due to Allah or those (typo from pdf: rbat) are due to human beings.Mereka keras kepala, tidak mau tahu pada kebenaran, dan tidak peduli bahwa mereka mengabaikan kewajiban yang menjadi hak Allah atau yang menjadi hak manusia.
They are anarchic and partial in their thoughts, their behavior, and their conduct. They are proud of their opinions as if truth flows from their tongues alone. They view themselves as infallible but others, according to them, are prone to mistakes and fallacy as long as their views run contrary to their own.Mereka anarkis dan setengah-setengah dalam pemikiran, perilaku, dan akhlak mereka. Mereka bangga dengan pendapat mereka seolah-olah kebenaran mengalir hanya dari lidah mereka sendiri. Mereka memandang diri mereka sebagai orang yang sempurna tetapi orang lain, menurut mereka, rentan terhadap kesalahan dan kekeliruan selama pandangan orang lain bertentangan dengan pandangan mereka sendiri.
They deviate from the straight path of their religion and from good manners in their behavior. Their mischievous deeds are portrayed to them as good and they consequently fall among the losers.Mereka menyimpang dari jalan lurus agama mereka dan dari akhlak yang baik. Perbuatan nakal mereka digambarkan sebagai kebaikan dan akibatnya mereka termasuk di antara yang merugi.
~[They are] those whose effort is lost in worldly life, while they think that they are doing well in work.ã (Qur’an 18: 104)Mereka adalah orang-orang yang usahanya sia-sia dalam kehidupan duniawi, sementara mereka berpikir bahwa mereka berhasil dalam perbuatan.
They are a calamity to themselves and a catastrophe to society. They bring this Ummah down to the lowest of the low, obstructing its way to glory and honor. They are like a deadly disease that is not easily curable except by the will of Allah alone, Who is All-Powerful.Mereka adalah musibah bagi diri sendiri dan bencana bagi masyarakat. Mereka membawa Ummah ini kepada keterpurukan terendah, menghalangi jalannya menuju kemuliaan dan kehormatan. Mereka seperti penyakit mematikan yang tidak mudah disembuhkan kecuali atas kehendak Allah saja, Yang Maha Kuasa.
Confused young people Pemuda yang bingung
“These young people are the ones who are uncertain, irresolute, and at a crossroad. They know the truth and are sure of it. They live in· a religiously conservative society but have the misfortune of being exposed to evil channels from every direction. They are exposed to evils like skepticism about the
the truthfulness of the Muslim creed, corruption in conduct and behavior, decadence in actions, attacks on the established customs and traditions, and other various absurd trends.”
Orang-orang muda ini adalah orang-orang yang tidak pasti, bimbang, dan berada di persimpangan jalan. Mereka mengetahui kebenaran dan yakin akan hal itu. Mereka hidup dalam masyarakat yang taat beragama tetapi mendapat celaka karena terpapar pengaruh keburukan dari segala arah. Mereka dihadapkan pada keburukan seperti keraguan tentang
kebenaran akidah Islam, penyimpangan akhlak, penurunan akhlak, penentangan terhadap adat istiadat yang mapan, dan berbagai trend aneh lainnya.
They live in a mental and psychological whirlpool and stand aghast in front of these trends in confusion, not knowing which of the two options is correct: is it that which includes ideas, concepts, and courses of action that have just been imported into their societies or that which their predecessors and their conservative societies have been doing before the importation of those new ideas? They are so confused and troubled that they sometimes favor the former and on other occasions the latter, depending on the strength of the trends blowing them.Mereka hidup dalam pusaran mental dan psikologis dan berdiri dalam keterkejutan di depan tren ini dalam kebingungan, tidak tahu mana dari dua pilihan yang benar: apakah yang mencakup ide, konsep, dan tindakan yang baru saja di impor ke masyarakat mereka? atau apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu mereka dan masyarakat konservatif mereka sebelum ide-ide baru itu di impor? Mereka begitu bingung dan bermasalah sehingga kadang-kadang mereka menyukai yang pertama dan pada kesempatan lain yang terakhir, tergantung pada tren mana yang lebih kuat.
They are passive in their lives and need a strong and captivating element to lead them to the realm of truth and the righteous way. That is very easy if Allah provides them with righteous da ‘wah preachers (those who call others to embrace & Jara) who possess wisdom, knowledge, and good intention.Mereka pasif dalam kehidupan dan membutuhkan elemen yang kuat dan menawan untuk membawa mereka ke alam kebenaran dan jalan yang benar. Adalah sangat mudah jika Allah memberi mereka pendakwah yang benar (mereka yang memanggil orang lain untuk merangkul & Jara,) yang memiliki kebijaksanaan, pengetahuan, dan niat baik.
They are largely found among those who have some Islamic education and culture but who on the other hand study (typo from pdf: ..mly) worldly sciences that run contrary to religion, either in r.ality or according to their imaginations. Hence they stand confused, between the two cultures.Sebagian besar mereka ada di antara yang memiliki pendidikan dan budaya Islam tetapi di sisi lain mempelajari .. ilmu-ilmu duniawi yang bertentangan dengan agama, baik dalam kenyataan maupun menurut imajinasi mereka. Karenanya mereka berdiri bingung, di antara dua budaya.
They can free themselves from this confusion, however, by concentrating on Islamic education and learning it from its final sources, the Qur’ an and the Sunnah, with the help of sincere scholars, and, Allah willing, this will not be difficult for HIM.Mereka dapat membebaskan diri dari kebingungan ini, dengan berkonsentrasi pada pendidikan Islam dan mempelajarinya dari sumber terpenting, al-Qur’an dan Sunnah, dengan bantuan ulama yang ikhlas, dan, Insya Allah, ini tidak akan sulit bagi DIA.
image of green lake view apartment ciputat indonesia by kamal studio for rent whatsapp 6285157055570

Published by Nazhan Kamal

Ex-vampire who travel Indonesia for coffee, sea breeze, and friendship. Owner/tutor of engRIsh, founder of Indonesia Hyperhidrosis Center, ex-hotelier in UK-USA-MV.

One thought on “Translation EN-ID: Shaykh Ibn Uthaymeen “Youth’s Problems”

Comments are closed.

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: